Jelitapos.My.Id ll Kota Langsa ~ Data desil (kelompok kesejahteraan) yang tidak tepat, seperti kasus ada oknum PNS yang bekerja di Pemerintahan masuk desil rendah (Desil 3/rentan miskin) sementara seorang buruh di desil tinggi (Desil 8/sejahtera),jawaban yang didapat media ini, terjadi karena indikasi masalah dalam pemutakhiran data lapangan dan integrasi sistem.
Berikut indikasi penjelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab dan mengapa data tersebut bisa berantakan:
1. Siapa yang Bertanggung Jawab (Pelaksana Survei & Data)?
Pemda (Desa/Kelurahan): Pihak utama yang bertanggung jawab melakukan pemutakhiran dan verifikasi data melalui Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel).
Pendamping Sosial/PKH: Bertugas melakukan verifikasi lapangan (ground checking) ke rumah tangga untuk melihat kondisi rill, yang datanya digunakan untuk menentukan desil.
Kemensos & BPS: Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan desil berdasarkan sistem data terpadu (DTKS/DTSEN), sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mengelola data Regsosek.
2. Mengapa Data “Amburadul” (PNS Desil 3, Buruh Desil 8)?
Data Tidak Diperbarui (Statis): Data PNS tersebut mungkin diduga belum diperbarui setelah diangkat menjadi PNS, atau data buruh tersebut belum diperbarui saat diduga kondisi ekonominya menurun.
Kesalahan dugaaan Input Petugas Lapangan: Petugas lapangan mungkin salah memasukkan data aset atau penghasilan saat survei.
Data diduga Tidak Padan Dukcapil/BPJS: Sistem terbaru (2026) langsung terhubung dengan data aset/pendapatan. Jika buruh memiliki aset yang tercatat (misal: motor baru), sistem akan menggesernya ke desil tinggi, sementara data PNS mungkin belum terupdate di sistem tersebut.
3. Solusi: Cara Menyanggah Data Salah
Jika ditemukan data yang tidak sesuai, masyarakat berhak melakukan protes melalui:
Aplikasi “Cek Bansos”: Gunakan fitur “Tanggapan Kelayakan” untuk melaporkan data yang salah.
Operator Desa/Kelurahan: Melaporkan kepada pihak desa untuk revisi data di sistem SIKS-NG .
Dan perlu publik catat & ingat,perubahan desil bisa terjadi karena kondisi sosial ekonomi keluarga juga bisa berubah. Misalnya ada perubahan penghasilan, jumlah anggota keluarga, pekerjaan.(Tim)












