WELCOME KUWU DESA DEPOK DALAM KEGIATAN FATAYAT NU SE-KECAMATAN DEPOK
Kabupaten Cirebon – Kegiatan keagamaan Pengajian rutinan oleh keluarga besar Fatayat NU kecamatan Depok di laksanakan di halaman kantor desa Depok menjalin silahturahmi dan meningkatkan pemahaman islam memperkuat ukhuwah terutama kaum perempuan, Minggu (26/10/2025).
Sebagai tuan rumah Kuwu desa Depok Abdul Kalim sangat terbuka kepada Fatayat NU dalam setiap kegiatan “Kami sangat mendukung kepada Fatayat NU yang selalu melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial untuk masyarakat khususnya desa Depok apalagi tidak hanya silahturahmi, fokus pada keagamaan juga pemberdayaan ekonomi,kesehatan dan sosial,” tegasnya.
Ketua PAC Fatayat H Yayah Rukiyah
S Ag sangat berterima kasih atas di fasilitasi oleh Pemerintah desa depok
” Fatayat ini juga menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi perempuan untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif juga pemberdayaan perempuan bukan tidak berdaya,” jelas yayah.
Dalam acara inti yang menghadirkan penceramah kondang KH Misrad Al Basyri M Ag dalam ceramahnya kyai selalu mengingatkan kepada jamaah untuk selalu bersyukur nikmat yang sudah di berikan Allah SWT kepada kita semua dengan pedoman ada lima yang harus di jaga ,Waktu masa mudamu sebelum sebelum datang waktu tuamu,Waktu masa sehatmu sebelum waktu sakitmu,Waktu masa kayamu sebelum datang kekafiranmu,Waktu luangmu sebelum datang masa sibukmu
Lebih lanjut kyai menegaskan
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: “Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.”
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: “Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.”
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya: ”Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.”
Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: “Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya, ” tegas kyai
( Bbg )












