Jelitapos.My.Id ll ABDYA ~ Masalah keluarga pasien yang terlantar di koridor rumah sakit menunjukkan kondisi yang kompleks, melibatkan faktor-faktor ekonomi, sosial, dan kebijakan rumah sakit
Di sanyalir tidak adanya fasilitas rumah sakit di Teungku Peukan, terutama pada.waktu yang padat,atau memiliki ruang tunggu atau fasilitas yang memadai untuk menampung keluarga pasien yang harus menunggu berhari-hari.
Memang ada beberapa peraturan rumah sakit di indonesia yang memberlakukan larangan keluarga pasien menunggu di dalam ruang perawatan dalam jumlah banyak atau membawa alas tidur dari luar, sehingga mereka terpaksa menggunakan koridor.
Tapi dibalik itu semua ada hak dan kewajiban terkait rumah sakit: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, setiap rumah sakit wajib memberikan pelayanan yang manusiawi dan adil, termasuk menyediakan fasilitas yang memadai bagi pasien dan keluarganya.
Beberapa pemerintah daerah di Nusantara telah mulai berinisiatif untuk menyediakan bantuan bagi pendamping pasien, misalnya dalam bentuk dana harian atau rumah singgah.
Ada langkah-langkah yang dapat diambil RSUD Teungku Peukan yang berlokasi,dijalan kesehatan no: 93 Blangpidie,Kabupaten Aceh Barat Daya tersebut dengan cara
Penyediaan fasilitas yang layak, penyediaan ruang tunggu yang lebih memadai, seperti “Ruang Istirahat Penunggu Pasien” atau RUSUN yang sudah diterapkan di beberapa daerah di Nusantara.
Dengan berkolaborasi dengan pemerintah dan NGO, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mendirikan atau menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi keluarga pasien kurang mampu.
Kondisi di RSUD Teungku Peukan ini memerlukan solusi kolaboratif dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa keluarga pasien dapat mendampingi orang yang dicintai dalam kondisi yang yang layak.
Untuk Mencari kebenaran dan keseimbangan berita,Jurnalis Jelitapos.My.Id menghubungin Dirut RSUD Teungku Peukan,Plt dr.Ismail Muhammad,Sp.B di No. Kontak miliknya 0813- 6123-20XX,namun beliau tak memberi jawaban.Diam Seribu Bahasa, Alias Bungkam.( Tim)












