Berita  

Warga Tapak Kuda Kembali Berunjuk Rasa Datangi Pemkot Kendari, Sekda Kota Kendari Minta Tetap Tenang dan Tertib

Jelitapos.my.id – Kota Kendari – Kembali berunjuk rasa, ratusan masyarakat Tapak Kuda bersama sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Warga Tapak Kuda Melawan. Hari ini menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Kendari, pafa Selasa (04/11/2025).

Aksi unjuk rasa ini menuntut Wali Kota Kendari agar memberikan penjelasan resmi terkait keberadaan master plan dan rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Segitiga Tapak Kuda, yang dinilai berpotensi menggusur permukiman warga

Selain menuntut kejelasan, massa aksi juga mendesak Pemerintah Kota Kendari untuk menghentikan seluruh kegiatan pengadaan dan perencanaan master plan Segitiga Tapak Kuda yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Kendari.

Laode Zumail selaku Kordinator aksi bersama wakil ketua BEM, dalam orasinya mengatakan, bahwa hari ini kami datang untuk bertemu langsung dengan ibu walikota kendari, terkait program pemerintah Kota di lahan tapak kuda, terkait pemasangan Master Plang, serta ruang terbuka hijau yang di sampaikan oleh ibu walikota di beberapa media, yang kita ketahui bersama bahwa masyarakat tapak kuda tidak pernah tauh mengenai Ruang terbuka hijau di tapak kuda.

Oleh karena itu masyarakat yang tinggal di tempat tersebut sudah berpuluh tahun dan telah memiliki sertikat prodak negara yang di terbitkan oleh BPN Kota kendari
Ia menegaskan bahwa masyarakat Tapak Kuda menolak segala bentuk proyek pembangunan yang dilakukan untuk penataan kota, justru akan mengancam keberadaan warga yang telah puluhan tahun bermukim di wilayah tersebut.” ujar Zumail.

Lebih lanjut, kami datang bukan untuk membuat gaduh, tapi menuntut kejelasan Wali Kota Kendari harus transparan, jangan ada lagi proyek atas nama penataan kota tapi ujung-ujungnya menggusur rakyat,” tegas La Ode zumail di tengah orasi.

Dalam aksi tersebut, massa aksi di terima langsung oleh Sekda Kota Kendari Amir Hasam M.Msi, berhubung ibu Walikota Kendari tidak berada di tempat, beliau sedang mempersiapkan diri
keberangkatannya ke luar negeri.

Sekda Kota Kendari Amir Hasan mengatakan bahwa, pada prinsipnya Pemerintah Kota Kendari tidak mencampuri permasalahan antara Kopperson dengan masyarakat tapak kuda, tapi yang jelas Pemerintah Kota Kendari ibu Siska dan Pa Sudirman sangat sangat membela warga tapak kuda.

Olehnya itu kami minta sepuluh orang bapak ibu perwakilan masyarakat untuk masuk kedalam, saya lihat ada orang tua saya yang hadir di sini ada pa Prof Rauf Tarimana,untuk kita bersama sama masuk di ruangan untuk berdiskusi.

Ironisnya, tawaran tersebut di tolak masyarakat tapak kuda, mereka menginginkan agar warga yang hadir aksi ini, semuanya bisa masuk kedalam untuk kita bersama sama mendengarkan seperti apa penjelasan Pemerintah Kota Kendari atas tuntutan massa aksi.

Permintaan masyarakat di setujui oleh Sekda Kota Kendari di tempatkan di Aula Samaturu.

Sekda Kota kendari, di dampingi Kadis PUPR Kota dan Kadis Perumahan, sangat mengapresiasi masyarakat tapak kuda yang datang untuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib aman dan nyaman, memang itu yang kami harapkan karena kami yakin warga tapak kuda adalah warga kota kendari yang baik, apalagi di sana di tapak kuda banyak saudara saudara kita, dan tokoh masyarakat kita yang jadi panutan.” jelas Amir Hasan.

Oleh karena itu hari ini kami mewakili ibu Walikota dan Wakil menerima aspirasi dari masyarakat tapak kuda terkait Polemik yang ada di sekitar tapak kuda.
Sekda Kota Kendari menjelaskan, terkait masaalah RTH, secara kebetulan ada progran nasional tentang penataan tata ruang dan penataan tata ruang itu bukan hanya di tapak kuda saja, tetapi ada enam RTH di seluruh Kota kendari.

Insyaa Allah tuntutan bapak dan ibu akan kami sampaikan ke ibu Walikota kalau ia sudah datang akan kami laporkan .
“Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Tapak Kuda yang telah menyampaikan aspirasi dengan baik ,mereka adalah bagian dari warga Kota Kendari yang harus kami dengarkan,” ujar Sekda.

Selanjutnya, Amir Hasan menegaskan bahwa pemerintah kota saat ini menghentikan sementara seluruh proses master plan dan RTH di kawasan Tapak Kuda, sambil menungguh penyelesaian polemik antara warga dengan pihak Kopperson
” Kami minta warga tidak mudah terprovokasi karena pemerintah hadir untuk warganya,” jelas Amir Hasan.

Ditempat yang sama Kadis PUPR Kota Kendari Ali Aksa, menjelaskan tidak ada niat kami atau Walikota tentang perencanaan yang berhubungan dengan persoalan Kopperson apalagi masyarakat.
Perlu saya jelaskan kedudukan ibu Walikota setelah di lantik jadi Walikota Kendari, itu kita membuka ruang di seluruh wilayah kota kendari, ternyata ada beberapa kegiatan pusat yang mengalokasikan dananay kepada ruang terbuka hijau, yang ada di seluruh kabupaten Kota yang ada di indonesia,dan salah satunya program kadis perumahan yang ada dana yang akan di alokasikan, ternyata mereka membutuhkan perencanaan, baru dana itu turun ,kita di kota kendari dana itu tidak di caikan ternyata butuh perencanaan padahal itu sudak konek ,” jelasnya

Perintah ibu walikota seluruh RTH yang masuk rencana tata ruang yang sudah di rencanakan sebelumnya, itu di perintahkan untuk diadakan perencanaan dan perencanaan itu bukan hanya di segi tiga tapak kuda tapi seluruh RTH yang yang ada di kota kendari yang sudah di rencanakan, dan yang jelasnya tidak ada hubungannya antara Kopperson dengan Pemerintah kota kendari terkait rencana ruang terbuka hijau Pemerintah Kota Kendari.” jelas Ali aksa

Massa aksi tegas akan terus mengawal proses ini hingga Pemerintah Kota Kendari secara resmi mencabut rencana pembangunan RTH Tapak Kuda dari agenda Dinas PU Perumahan Rakyat.
Mereka menuntut agar pemerintah tidak menjadikan dalih penataan kota sebagai alat penindasan terhadap masyarakat kecil, melainkan mengedepankan keadilan dan transparansi dalam setiap kebijakan pembangunan.

Dari pantauan awak media ini, unjuk rasa masyarakat tapak kuda sempat di warnai ketegangan saling dorong mendorong dengan Satpol PP Kota Kendari, karena massa aksi memaksa masuk kedalam,
Namun ketegangan tersebut dapat di kendalikan hadirnya Sekda Kota Kendari langsung menemui Massa Pengunjuk rasa. (Red)

Editor : Nurwindu.Nh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *