Jelitapos.my.id – Luwu Timur – Suara Masyarakat Loeha Raya menagih janji poltik bupati Luwu Timur yang dalam perjanjian itu telah tercatat bahwa Bupati Luwuk Timur apabila duduk sebagai Bupati dia siap memenuhi perjanjian itu kepada masyarakat Loeha Raya.
Namun miris, janji tetaplah sebuah janji. Masyarakat Loeha Raya merasa di bohongi dan merasa di zolimi sebab dalam nota perjanjian tersebut, yang bermaterai dan di tanda tangani semua pihak dari Calon Bupati dan Tokoh Masyarakat pada saat itu, sampai sekarang belum terpenuhi biar satupun dalam perjanjian itu. ungkap Ketua Aliansi Petani Lada ( APL ).
Usai deklarasi tolak tambang, pada minggu (28/09/2025) kemarin.
Katanya, kami merasa di bohongi selama ini, janji politik yang dia tandatangani belum ada realisasinya sampai sekarang. Bahkan perusahaan PT Vale mau ambil lahan kami untuk di jadikan tambang. Akan tetapi kami masyarakat sendiri yang berdiri di depan untuk menolak tambang dan pemerintah setempat hanya tutup mata. Apa lagi oknum Bupati, meski kami masyarakat sering di intimidasi oleh pihak pihak suruhan perusahaan,” katanya.
Tegas, sekarang kami menagih janji Bupati Luwu Timur. Di mana poin pertama dalam perjanjian itu di sebutkan, bersedia dan bersungguh-sungguh mendampingi petani dalam memperjuangkan hak haknya. Poin kedua Loeha Raya akan di jadikan program pengembangan Lada terpadu di kecamatan Towuti.
Dengan ini kami mengatakan bahwa, sat ini kami Deklarasi menolak akan hadirnya PT Vale untuk menambang tanah leluhur kami dan apapun resikonya, walaupun harus di bayar dengan darah kami masyarakat sudah siap,” tegasnya.
” ada 21 poin yang tertulis di kontrak politik tak satupun yang terealisasi sekarang kami berjuang sendiri tanpa bantuan dari pemerintah kami berkembang hanya modal sendiri. Begitu kami berhasil kami mau di gusur. Maka tegas kami seluruh masyarakat Loeha Raya menolak tambang, kami sejahtera tanpa bantuan siapun, hanya Sang Pencipta yang bantu kami,” pungkasnya.
Laporan: Tim












