Jelitapos.com | Langsa ~ Di moment Hari Raya Idul Adha 1446 H – 2025 M.Ketua Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Langsa,Aceh., Medy Pohan berharap gembok sudah terbuka oleh kunci,atau kata lain jangan ada lagi aroma diskriminatif terhadap organisasi wartawan mana pun oleh Pemerintahan yang sah,” ujarnya.
Ia nya menegaskan, semua organisasi wartawan yang resmi, terdaftar, dan berbadan hukum memiliki hak yang sama dalam menjalin hubungan komunikasi dengan semua Instansi Publik bukan hanya organisasi pers tertentu saja.
Jum’at (6/6/2025), Medy Pohan mengatakan” jangan ada diskriminasi, perhatian oleh Pemerintah Daerah yang cenderung hanya mengakui plus satu organisasi wartawan tertentu dalam bermitra.
“Kita ini negara demokrasi, bukan feodalisme organisasi. Perhatian Pemerintahan harus terbuka dan melibatkan semua organisasi wartawan yang resmi dan sah,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sikap Perhatian aroma diskriminatif itu tidak hanya mencederai prinsip demokrasi, tetapi juga berpotensi melemahkan peran kontrol sosial yang dijalankan oleh para jurnalis.
Pentingnya Kesetaraan Organisasi Wartawan :
Menurutnya lagi, semua organisasi wartawan yang telah memenuhi syarat administratif dan legalitas berhak mendapatkan pengakuan dan akses yang sama dalam memperoleh informasi dari semua instansi publik.
“Semua organisasi wartawan, selama berbadan hukum dan sah, harus diperlakukan sama. Jangan hanya akui satu organisasi saja, sementara yang lain diabaikan,” katanya.
“Jurnalis ini punya tugas kontrol sosial. Jangan dihambat hanya karena organisasi yang diakui tidak sama. Kita semua satu tujuan: menjaga kebenaran dan memberi kontribusi pada bangsa,” ujarnya.
Sebagai kunci penutup, Medy mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan pers adalah bagian penting dari demokrasi.
“Jangan ada aroma diskriminatif. Wartawan dan organisasi wartawan itu pilar demokrasi. Mereka harus diberi ruang dan kesempatan yang sama. (Tim)












