Jelitapos.com- llPidie,Aceh ~ Merasa Hebat Dan Kebal Hukum karena diduga APH setempat tutup Mata Seorang Oknum Operator di sanyalir Sekaligus pemilik tambang emas ilegal yang bernama “Amat Teung” tengah menjadi sorotan publik dan awak media. karena perilakunya yang tak sopan,Dengan berkata kasar’ Membentak saat dikonfirmasi dengan dalih yang menjurus berbohong.
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat ,intensif tentang maraknya aktivitas PETI di Geumpang,Kabupaten Pidie yang merusak lingkungan.
Didalam laporan tersebut, disebutkan bahwa aktivitas tambang ilegal itu berjalan lancar berkat adanya diduga dukungan dari oknum-oknum APH tertentu, termasuk dugaan keterlibatan Amat Teung sebagai salah satu pemilik tambang emas tambang ilegal tersebut.
Upaya awak media untuk Mencari Kebenaran dugaan ini justru memunculkan polemik dari Amat Teung,Di duga berusaha mengaburkan fakta dengan membantah,membentak.Agar awak media tak dapat menggali lebih dalam fakta yang ada,Atau kata lain upaya untuk membungkam pemberitaan lebih lanjut mengenai kasus tambang ilegal ini.
Beberapa rekan wartawan menduga tindakan ini sebagai bentuk intimidasi terhadap pihak-pihak yang ingin mengungkap kebenaran soal tambang ilegal Geumpang,Pidie,Aceh.
Kasus ini telah menarik perhatian masyarakat dan sejumlah lembaga pemerhati lingkungan. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan keterlibatan Amat Teung” yang mengaku- ngaku dari Kombatan, dan jaringan lainnya dalam aktivitas tambang emas ilegal di Geumpang.
Pihak berwenang diharapkan tidak hanya menindak aktivitas tambang emas ilegal di lokasi tersebut, tetapi juga menelusuri dugaan keterlibatan Amat Teung serta pihak-pihak lain yang terlibat. Hingga saat ini.
Aktivitas tambang ilegal di Geumpang bukan hanya melanggar Beleid dan Asta Cita Presiden,Prabowo tahun 2024 juga merusak ekosistem, tetapi mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat setempat. Kerusakan lingkungan, menjadi masalah yang mendesak untuk segera ditangani, ucapnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlunya pengawasan ketat Pemerintah, APH,DHL terhadap aktivitas tambang, terutama di wilayah yang rentan terhadap eksploitasi ilegal. Transparansi dan akuntabilitas dari berbagai pihak, termasuk media, sangat diperlukan untuk mencegah bencana yang dahsyat di masa mendatang. (Tim)












