Adanya Isu Dugaan Korupsi Yang Mencuat Pada Pengadaan Paket Peralatan Sekolah Pasca Banjir Kota Langsa,APH Diminta Usut Kebenarannya

Jelitapos.My.Id ll Kota Langsa — Aparat Hukum diminta usut dari dini Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdikbud) Kota Langsa soal isu dugaan indikasi korupsi bantuan pengadaan paket peralatan anak sekolah SD Pasca Banjir berupa tas dan buku tulis,dengan nilai berdasarkan Asumsi(13.186 x Rp 300.000)mencapai RP.3955.800.000.{Tiga Miliar Sembilan Ratus Lima Puluh Lima Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah}

Satgas Percepatan Pembangunan Aceh( SPPA) Pusat dari TimMonev , Medy Sofyan P., tegas meminta APH segera turun tangan Menyelidiki, Mengusut isu indikasi dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan bantuan paket peralatan sekolah SD tersebut.

Dia menyoroti adanya isu indikasi ketidak wajaran dalam pelaksanaan tersebut. Medy menyatakan, bantuan alat sekolah ditaksir bernilai miliaran rupiah tersebut patut diduga ada indikasi merugikan keuangan negara dan tercium aroma sarat kepentingan oknum pejabat teras di Pemko Langsa.

“Kita meminta APH untuk segera menyelidiki Plt Kadisdikbud Kota Langsa.Bantuan Pengadaan ini disanyalir bukan hanya tidak transparan saja, tetapi juga menimbulkan kecurigaan kuat adanya mark-up dan penyimpangan prosedur pengadaan,” kata Medy.( Sabtu.21-03-2026)

Medy menilai, bantuan pengadaan ini yang seharusnya bertujuan agar proses mengajar dan belajar bisa berjalan dengan baik kembali setelah diterjang banjir yang dahsyat diakhir tahun 2025 yang lalu malah berpotensi menjadi isu dugaan ladang korupsi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Medy juga menyebut bahwa adanya isu dugaan penyimpangan ini bisa menjadi prioritas para APH, baik Kepolisian,Pidsus,Auditor atau Inspektorat karena menyangkut dunia pendidikan yang seharusnya dijaga integritas dan moralitasnya.

“Jika benar ada isu korupsi dalam pengadaan alat pendidikan, ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap masa depan generasi muda,” ucapnya.

Medy juga menegaskan, bahwa SPPA akan terus monitoring,hingga Jelas Kebenarannya dan tidak akan tinggal diam jika ada dugaan praktik-praktik korupsi di sektor publik, khususnya dunia pendidikan.

Ketika hal ini dikonfirmasi pada kadis terkait,Bobby Edwin guna mencari kebenarannya di No WhatsApp miliknya’ 0812-6388-2XX beliau diam,bungkam seribu bahasa.( Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *