Ramadhan Sudah Di Ambang Pintu Korban Banjir Aceh Masih Bertahan di Tenda Darurat

Jelitapos.My.Id ll Kota Langsa,Aceh. ~ Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, yang sudah di ambang pintu korban banjir di sejumlah kabupaten/kota di Aceh masih bertahan di tenda darurat dan posko pengungsian. Target pemerintah agar pengungsi tidak lagi tinggal di tenda paling lambat 18 Februari 2026 terancam tak tercapai, seiring lambannya pembangunan hunian sementara (huntara).

Data hingga akhir Januari 2026 menunjukkan, progres pembangunan huntara baru mencapai sekitar 30 persen. Kondisi ini membuat banyak keluarga terdampak banjir belum memiliki kepastian tempat tinggal, meski Ramadhan tinggal hitungan minggu.

Banjir besar yang melanda Aceh dua bulan lalu menimbulkan korban jiwa serta ribuan rumah rusak berat, fasilitas umum lumpuh, serta lahan pertanian dan sumber mata pencaharian warga hilang. Akibatnya, sebagian pengungsi belum dapat kembali ke rumah karena kondisi bangunan yang tinggal puing- puing.

Saat ini, warga terdampak tersebar di tenda pengungsian, meunasah, posko darurat, maupun menumpang di rumah kerabat. Keterbatasan logistik, sanitasi, dan ruang tinggal menjadi persoalan utama yang terus dihadapi pengungsi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh, BNPB, BPBD, TNI-Polri, serta relawan dan lembaga kemanusiaan terus menyalurkan bantuan pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan mempercepat pembangunan huntara. Namun, kebutuhan di lapangan dinilai masih jauh melampaui ketersediaan bantuan dan fasilitas Mobiller yang baik.

Tekanan semakin berat dirasakan warga menjelang Ramadhan. Banyak kepala keluarga kehilangan pekerjaan, usaha kecil, sawah, dan kebun akibat banjir. Ketergantungan pada bantuan darurat pun belum dapat dihindari.

Situasi ini juga bertepatan dengan tradisi Meugang, momen penting masyarakat Aceh menyambut Ramadhan. Tahun ini, Meugang bagi sebagian korban banjir diperkirakan berlangsung dalam keterbatasan.

“Kita tetap mengapresiasi kerja pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu. Namun menjelang Ramadhan.Negara harus memastikan tidak ada rakyat yang beribadah ramadhan dalam kondisi tak makan sahur dan makan/ minum berbuka dalam tenda – tenda penggungsian

Korban Bencana sangat berharap Pemerintah melakukan percepatan pembangunan hunian layak, pemulihan ekonomi serta penguatan mitigasi bencana agar dampak serupa tidak terus berulang.

Bagi M Rifai dan keluarga yang tinggal didesa suka Rakyat ,Kecamatan Langsa Lama,Kota Langsa dan masyarakat Aceh korban bencana.Ramadhan tahun ini bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga ujian kehadiran negara dalam memastikan pemulihan yang adil dan berkelanjutan,jangan lagi berkutak Katik dalam data.( Medy SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *