Jelitapos.com – Kota Kendari – Dua warga di Lorong Pelangi Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari dikeroyok oleh segerombolan orang tidak dikenal (OTK), pada Jumat (25/4/2025).
Diketahui, akibat kejadian tersebut DD (korban) harus menjalani operasi karena ditikam secara sadis di bagian perut hingga mengenai bagian usus korban sedangkan SH korban
Adik korban MA saat menjelaskan kronologi kejadian, bermula saat SH oknum pelaku keluar dari rumah temannya sekitar pukul 05.00 Wita tepat dekat lokasi kejadian dan SH melihat salah satu rumah warga telah dirusak oleh gerombolan OTK,” katanya.
“Lalu, korban SH ini dituduh melempar batu ke arah para pelaku dan akhirnys pelaku langsung keroyok SH,” ujar MA adik korban DD.
Disaat pengeroyokan tersebut, korban DD yang baru keluar dari rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian hendak menjemput penumpang taksi online dan menemukan SH dikeroyok akhirnya DD pun menepikan mobil dan turun hendak menolong SH yang merupakan temannya,” tutur MA.
Naas, kala SH berhasil diamankan, korban DD malah ikut dikeroyok oleh para OTK, DD meski sempat melawan, akhirnya DD tidak berdaya karena jumlah pelaku yang banyak bahkan DD korban dihadiahi tikaman hingga berkali-kali di bagian perut,” ucapnya.
“Miris, kondisi DD dengan 10 kali tikaman di perut hingga usus DD keluar,” bebernya.
Saat itu, korban DD sempat tak sadarkan diri karena banyaknya darah akibat tikaman itu. Namun sadisnya, salah satu pelaku lainnya juga memukul kepala korban DD hingga mengalami luka parah,” ungkapnya.
Akibat kejadian itu, korban dilarikan ke RSUD Abunawas Kendari untuk dilakukan serangkaian operasi.
Saat ini korban sudah mulai pulih namun, masih belum sepenuhnya dan keluarga korban DD pun sangat berharap kepada pihak Polisi agar para pelaku sadis itu segera ditangkap dan di proses hukum yang berlaku sesuai perbuatannya,” ucap MA adik Korban DD.
Terakhir, MA menjelaskan bahwa para pelaku-pelaku tersebut bukan anak lorongku, mereka orang luar dan datang mabuk-mabuk di tempat kami, Semoga para pelaku segera tertangkap,” tutupnya MA dengan wajah sedih.
Editor: Nurwindu.Nh










